Senin, 29 Oktober 2012

contoh laporan ppl









BAB I
PENDAHULUAN

 

1.1         Dasar Pelaksanaan PPL

Program Pengalaman Lapangan (PPL) adalah salah  satu mata kuliah yang harus ditempuh oleh mahasiswa FKIP Unila. PPL memiliki peranan penting dalam membentuk pribadi mahasiswa untuk menjadi seorang guru. Selama masa PPL mahasiswa FKIP dapat melakukan praktik langsung dan memperoleh pengalaman terjun ke dunia pendidikan sebagai seorang guru.

Program Pengalaman Lapangan tidak hanya dilakukan untuk memudahkan guru dalam proses pembelajaran, namun juga akan memberikan pengalaman dalam mencapai tujuan umum dan khusus yang telah direncanakan. Sehingga secara idealis semakin banyak kualitas mengajar, maka seorang guru akan akan lebih mengetahui kondisi dan situasi kelas yang sebenarnya. Dalam mengimplementasikan pola pemikiran tersebut, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung yang berspesifikasi mempersiapkan calon-calon guru atau pendidik yang profesional mewajibkan kepada mahasiswa untuk melaksanakan program pengalaman lapangan di sekolah-sekolah yang telah dipercaya untuk membantu program tersebut.

PPL merupakan suatu kegiatan akademik yang harus ditangani secara bersama-sama antarlembaga perguruan tinggi dan dinas pendidikan propinsi serta sekolah dilaksanakannya PPL. PPL merupakan salah satu mata kuliah yang harus ditempuh bagi setiap mahasiswa akta mengajar III dan IV FKIP Unila. Kegiatan PPL bagi mahasiswa FKIP Unila didasarkan antara lain :
1.        Surat keputusan dekan FKIP Unila No.03/K PPL/D/1993, tentang program PPL yang diikuti oleh mahasiswa D3 dan S1.
2.        Keputusan Mendinas No.36/U/1990, tentang proses pelaksanaan kurikulum lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK).
3.        PPL merupakan satu kegiatan intrakulikuler dalam bentuk kuliah wajib yang mempunyai bobot 4 sks.
4.        Dalam rangka untuk meningkatkan kualitas calon guru pendidik yang merupakan output FKIP Unila.

1.2         Latar Belakang Diadakan Program Pengalaman Lapangan (PPL)

Secara tertulis suatu proses pendidikan berlangsung dalam suatu interaksi belajar mengajar. Itu berarti bahwa di satu pihak harus ada orang yang berstatus guru dan sekelompok berstatus sebagai terdidik atau yang biasa kita sebut murid. Dalam kegiatan belajar mengajar adalah suatu proses komunikasi, di mana guru dengan siswa terjadi interaksi belajar mengajar di kelas. Seorang calon guru dituntut untuk mengetahui berbagai hal, salah satunya untuk mengetahui keberhasilannya yang tidak hanya ditentukan dari faktor penguasaan materi, teori, dan prakteknya. Banyak orang pandai, cerdas, dan mudah untuk menerima penjelasan dari orang lain, akan tetapi ia mengalami kesulitan bahkan  tidak mengetahui bagiamana cara untuk menyampaikan dan menjelaskan ilmunya kepada orang lain. Hal tersebut merupakan salah satu kriteria yang harus dipenuhi oleh seorang calon guru. Guru tidak sekedar pandai teori tetapi juga harus pandai dalam prakteknya, yaitu bisa menyampaikan apa yang ia ketahui kepada peserta didik sehingga mudah dimengerti dengan beberapa metode yang diketahui dan dipandang kondusif siswa dan sekolah.

Atas dasar pemikiran tersebut, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung (FKIP Unila) yang mempersiapkan calon-calon pendidik profesional mewajibkan seluruh mahasiswanya untuk melaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL) ke sekolah-sekolah yang telah dipercaya untuk membantu program ini.

SMP  Negeri 2 Purbolinggo merupakan salah satu sekolah yang dipercaya  oleh FKIP Unila untuk menjadi tempat pelaksanaan PPL Tahun 2012-2013. SMP Negeri 2 Purbolinggo diharapkan mampu memberikan kontribusi kepada mahasiswa yang melaksanakan  PPL tersebut dan sebaliknya mahasiswa  pun harus dapat sepenuhnya bertanggung jawab sebagai praktikan yang baik, ilmiah, aktif, dan memberikan angin segar kognitif  bagi siswa.

 

Seiring berakhirnya Pelaksanaan Program Pengalaman Lapangan tahun sesuai jadwal yang telah ditentukan, maka segala sesuatu yang berhubungan dengan pelaksanaan Program Pengalaman ini perlu dibuat dalam bentuk laporan tertulis sebagai kontribusi bagi mahasiswa praktikan, sekolah, dan FKIP Unila.

1.3  Pengertian Program Pengalaman Lapangan (PPL)

Program Pengalaman Lapangan (PPL) adalah program yang menyaratkan kemampuan aplikatif dan terpadu dari seluruh pengalaman belajar. Sebelumnya program pelatihan berupa kinerja dalam semua hal yang berkaitan dengan jabatan keguruan. Program ini diwajibkan bagi program sarjana (S1) dan program diploma, PPL terdiri dari PPL keguruan dan PPL non-keguruan. PPL keguruan terdiri dari praktek mengajar, bimbingan siswa, administrasi sekolah, sedangkan PPL non-keguruan terdiri dari PPL administrasi dan supervisi kurikulum bagi mahasiswa programdiploma.

1.4 Maksud dan Tujuan Program Pengalaman Lapangan (PPL)

Dengan mengikuti kegiatan PPL diharapkan mahasiswa keguruan memiliki keterampilan dan kecakapan dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik dan pengajar yang harus selalu menjaga kode etik jabatan guru. Sebagai pendidik, guru harus memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada anak didik.
Oleh karena itu, mahasiswa PPL diharapkan memiliki:
a)      Sifat kedewasaan,
b)      Kepribadian yang mantap,
c)      Keterampilan  menjalankan proses belajar-mengajar,
d)     Keterampilan dan kemampuan mengelola kelas, dan
e)      Keterampilan dan kemampuan menyampaikan materi kepada anak didik.

Adapun tujuan dari PPL adalah sebagai berikut:
1.      membentuk sikap serta kemampuan bagi calon guru atau para pendidik agar lebih profesional dan berdedikasi tinggi.
2.      agar lebih memahami persyaratan dan tuntutan serta kurikulum dalam rangka meningkatkan kompetensi dasar keilmuan dari disiplin dan juga bidang studi calon guru masing-masing.
3.      agar mampu mengkaji serta menganalisa bagaimana cara serta sistematik dan juga objektif untuk setiap permasalahan yang dihadapi yang berhubungan dengan penyelenggaraan pendidikan pada umumnya.
4.      mampu mengambil suatu keputusan dan langkah-langkah kerjasama yang tepat dan benar serta profesionalisme.

1.5              Sasaran Program Pengalaman Lapangan (PPL)

Sasaran program pengalaman lapangan (PPL) adalah pribadi atau calon guru yang memilki seperangkat ilmu pengetahuan, keterampilan, nilai, sikap, dan pola tingkah laku yang diperlukan bagi profesi dan calon pendidik dalam menyelenggarakan praktek tersebut baik di dalam maupun di luar sekolah.

 

1.6              Ruang Lingkup Program Pengalaman Lapangan (PPL)

Ruang Lingkup Program Pengalaman Lapangan (PPL) meliputi :
1.      Pelaksanaan proses belajar mengajar di kelas,
2.      Pengelolaan kelas,
3.      Pengorganisasian kurikulum,
4.      Penyusunan laporan,
5.      Pengorganisasian komponen pendidikan lain.

1.7              Tempat dan Waktu Pelaksanaan PPL

PPL dilaksanakan di SMP  Negeri 2Purbolinggo  pada semester ganjil tahun pelajaran 2012/2013,  yang dilaksanakan pada tanggal 6 Juli 2012 sampai dengan 21 September 2012.




 







BAB II
OBSERVASI DAN PELAKSANAAN KEGIATAN PPL

2.1.  Pelepasan Peserta dan Penyerahan ke Sekolah
Pelespasan peserta PPL dilakukan tanggal  29 Juni 2012 di lapangan parkir FKIP. Penyerahan peserta PPL ke SMPN 2 Purbolinggo dilakukan tanggal 2 juli 2012 yang dilakukan oleh Dosen Pembimbing Lapanagan (DPL) ke sekolah dan Koordinator PPL sekolah  yang merangkap sebagai wakil kepala sekolah.

2.2. Tahap Observasi
Sebelum  melaksanakan praktek mengajar, dilakukan terlebih dahulu observasi terhadap kondisi sekolah.  Pelaksanaan observiasi di mulai sejak  tanggal 4-7 Juli 2012.  Observasi dilakukan agar praktikan mengetahui kondisi/kedaan sekolah yang terdiri dari kondisi guru, siswa, sarana, dan prasarana yang dapat membantu proses kegiatan mengajar.

Pada pelaksanaan tahap observasi, praktikan harus mampu mengenal lingkungan sekolah beserta elemennya.  Selama praktikan mengadaka observasi hubungan dan interaksi  anta siswa cukup harmonis, interaksi itu tidak hanya  terjadi dalam kelas tetapi  juga di luar kelas.  Melalaui observasi ini praktikan dapat mengetahui hal-hal yang  mungkin mampu mendukung ataupun menghambat proses pembelajaran yang akan dilakukan.


2.2.1. Sejarah SMP N 2 Purbolinggo

Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Purbolinggo yang berada Desa Taman Asri Kec.Purbolinggo Kab. Lampung Timur berdiri sejak tahun 1994.  Pada waktu itu penyelenggarannya masih berada di bawah naungan, bimbingan dan pengawasan dari Kepala SMP Negeri 1 Purbolinggo dengan menugaskan Ibu Hj. Srie Widiyarti sebagai Pejabat Sementaranya dan beberapa guru dari SMP Negeri 1 Purbolinggo untuk merintis serta mengelola hingga dapat berkembang.

Sejak berdirinya SMP Negeri 2 Purbolinggo tersebut telah menerima murid baru Tahun Pelajaran 1994 / 1995 yang terdiri dari 3 ( tiga ) kelas. Adapun tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar sementara itu masih menggunakan gedung SD Negeri 1 Taman Asri Kec.Purbolinggo.
Setelah berjalan sekitar 2 tahun para siswa baru dapat menempati Unit Gedung   Baru  yang pada waktu itu telah diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan   Kebudayaan   Prof.  Dr.  Ing.  Wardiman  Djojonegoro   tepatnya  tanggal 10 Juni 1996.
Dari tahun 1997 sampai sekarang telah terjadi pergantian Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Purbolinggo sebanyak 5 (lima) kali dengan urutan sebagai berikut :

1. Hj. Srie Widiyarti                      : Periode 1997-2004
2. Drs. Hi. Tukiran                        : Periode 2004
3. Drs. Hi. Rizal Hendra               : Periode 2005-2006
4. Dra. Hj. Sulimasdiu                   : Periode 2006-2009
5. Drs. Hi. Sumaryadi, MM.         : Periode 2009-2011
6. Rohmanjanah, S.Pd.M.Si          : Periode 2011- Sekarang
2.2.2. Visi dan Misi SMP  Negeri  2 Purbolinggo

Visi
Unggul dalam Prestasi dan IPTEK berdasarkan IMTAQ serta menjadi pilihan masyarakat.

Misi
1.      Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif, kreatif dan efisien
2.      Meningkatkan semangat keunggulan secara intensif kepada seluruh warga sekolah.
3.      Melaksanakan dan mengembangkan pendidikan ketrampilan, olah raga dan seni budaya
4.      Memberi kesempatan kepada tenaga pendidik dan tenaga kependidikan untuk mengikuti MGMP, Pelatihan, Seminar dan kegiatan lain yang menunjang profesionalitasnya.
5.      Melaksanakan dan meningkatkan kualitas kegiatan keagamaan dan kebudayaan
6.      Melaksanakan kegiatan pengembangan diri.
7.      Mewujudkan lingkungan sekolah yang kondusif


2.2.3. Situasi Dan Kondisi

SMP Negeri 2 Purbolinggo berlokasi di Desa Taman Asri Kec. Purbolinggo Kab. Lampung Timur. Secara geografis letak tersebut cukup strategis karena berdekatan dengan desa Bumi Jawa kecamatan Batanghari Nuban yang sangat memungkinkan sekali bagi masyarakat yang berada di sekitar lokasi tersebut untuk dapat menyekolahkan anak-anaknya tanpa harus sekolah di luar kecamatan mereka.

Disamping itu juga situasinya sangat tenang, jauh dari pasar dan keramaian, sehingga para siswa dapat belajar dengan baik dan tenang.  Selain itu, jalan untuk menuju lokasi SMP Negeri 2 Purbolinggo mudah ditempuh dengan kendaran umum maupun pribadi.  Jarak tempuh dari pusat kota kecamatan purbolinggo hanya sekitar 7 km kearah Metro tepat di pojok belakang gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Lampung Timur.
Kondisi SMP Negeri 2 Purbolinggo baik sarana maupun prasarana dapat diuraikan sebagai berikut:


a.   Keadaan Tanah
            Luas tanah berukuran kurang lebih 8.400 m2 ( 140 m x 60 m ).  Tanah tersebut pada awalnya merupakan tanah hibah dari masyarakat desa Taman Asri kepada Pemerintah Desa Taman Asri yang diserahkan untuk mendirikan gedung SMP Negeri  2 Purbolinggo.

b.Keadaan Bangunan Sekolah
Tabel : 1 Jumlah bangunan gedung SMP Negeri 2 Purbolinggo meliputi:

         No
Nama Ruang
Jumlah
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
Ruang Kelas / Ruang Belajar
Ruang Kepala Sekolah
Ruang Wakil Kepala Sekolah
Ruang Guru
Ruang Tata Usaha / Karyawan
Ruang BP / BK
Ruang Perpustakaan
Ruang UKS
Ruang Laboratorium
Ruang Komputer
Ruang Gudang
Tempat Parkir Motor
Tempat Parkir Sepeda Anak
Toilet Guru
Toilet Kepala Sekolah
Toilet TU / Karyawan
Toilet Siswa
Lapangan Basket
Sumur Bor
Sumur Gali
Mushola
Kantin
15 Lokal
1 Lokal
1 Lokal
1 Lokal
1 Lokal
1 Lokal
1 Lokal
1 Lokal
1 Lokal
1 Lokal
1 Lokal
1 Lokal
2 Unit
3 Ruang
1 Ruang
1 Ruang
3 Ruang
1 Buah
1 Buah
2 Buah
1 Unit
5 unit



c.        Data Ruang Belajar ( Kelas )




Kondisi

Jumlah dan Ukuran
Jml. Ruang lainnya
Yg digunakan untuk r.kelas
(e)
Jumlah ruang yg digunakan untuk r,kelas
(f) = (d+e)

Ukuran
7x9 m2  (a)

Ukuran
> 63 m2 (b)

Ukuran
< 63 m2 (c)

Jumlah (d)
= (a+b+c)
Baik
4
-
-
4

15
Rsk ringan
8
-
-
8
Rsk sedang
-
-
-
-
Rsk berat
3
-
-
3
Rsk total
-
-
-
-

Catatan : 1 (satu) kelas semenrata menggunakan Lab. IPA dalam 1 (satu) tahun terakhir ini
d.       Lapangan Olahraga dan Upacara

Lapangan
Jmlh ( buah )
Ukuran ( p x l )
Kondisi
Ket
1. Lapangan Olahraga
a. Bulu tangkis
b. Basket
c. Volly
d. Sepak bola
e. Tenis meja

1
1
2
1
1

13,40 x 6,10
26 x 15
18 x 9
110 x 110
2,74 x 152,5

B
B
B
B
B

2. Lapangan Upacara
1
30 X 50
B


e. Perabot ( Furniture ) Utama
1. . Perabot  Ruang Kelas ( belajar )




No
Jml ruang kelas

Perabot
Jumlah dan kondisi
Meja siswa
Jumlah dan kondisi
Kursi siswa
Almari + rak
Buku / alat

Papan tulis
jml

Baik
Rsk.Ringan
Rsk. Berat
jml

Baik
Rsk.Ringan
Rsk. Berat
jml

Baik
Rsk.Ringan
Rsk. Berat
jml

Baik
Rsk.Ringan
Rsk. Berat
1.
15
542
379
116
47
542
407
90
45
2
2
-
-
15
15
-
-



2. .   Perabot Penunjang



No



Ruang
Perabot


Meja

Kursi
Almari + rak
buku/alat

Lainnya

jml

Baik
Rsk. Ringan
Rsk. Berat
jml

Baik
Rsk. Ringan
Rsk. Berat
jml

Baik
Rsk. Ringan
Rsk. Berat
jml

Baik
Rsk. Ringan
Rsk. Berat
1.
BK
2
2
-
-
2
2
-
-
2
2
-
-
-
-
-
-
2.
UKS
1
1
-
-
3
3
-
-
2
2
-
-
-
-
-
-
3.
PMR/Pramuka
2
2
-
-
2
2
-
-
2
2
-
-
-
-
-
-
4.
OSIS
2
2
-
-
12
12
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
5.
Gudang
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
6.
Ibadah
-
-
-
-
-
-
-
-
1
-
1
-
-
-
-
-
7.
Koperasi
2
2
-
-
4
4
-
-
2
2
-
-
-
-
-
-
8.
Hall/Lobi
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
9.
Kantin
15
15
-
-
20
20
-
-
5
5
-
-
-
-
-
-
10
Pos jaga
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
11
Reproduksi
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-




















 3..  Koleksi Buku Perpustakaan

No

Jenis

Jumlah
Kondisi
Rusak
Baik

1.
Buku siswa/ pelajaran (semua mata pelajaran)
1.862 Eksemplar

2.
Buku bacaan ( misalnya pengetahuan dan teknologi, dsb. )
350 Eksemplar

3.
Buku referensi ( misalnya kamus, ensiklopedia, dsb )
145 Eksemplar

4.
Jurnal
-


5.
Majalah
-


6.
Surat kabar
109 eksemplar

7.
Lainnya : ................




Total
2.466 Eksemplar


4.  Fasilitas Penunjang Perpustakaan
No
Jenis
Jumlah / Ukuran / Spesifikasi
1.
Komputer
-
2.
Ruang baca
1
3.
TV
-
4.
LCD
-
5.
VCD / DVD Player
-
6.
Lainnya: .........................
-

5. Alat / Bahan di laboratorium / Ruang keterampilan / Ruang Multimedia



No



Alat /bahan
Jumlah, kualitas, dan kondisi alat / bahan*)
Jumlah
Kualitas
Kondisi
≤ 25% dr keb.


25% - 50% dr keb.
50% - 75% dr keb.
75% -100% dr keb.
Kurang


Cukup
B

Baik


Sangat Baik


Rusak Berat


Rusak Ringan


Baik


1.
Lab. IPA
-
-
-
-
-
-
-
-
2.
Lab.bahasa
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
3.
Lab. Computer
-
-
-
-
-
-
-
-
4.
Ketrampilan
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
5.
PTD
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
6.
Kesenian
-
-
-
-
-
-
-
-
-
7.
Multi Studi
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
                *) lampirkan daftar alat pada laboratorium / ruang dengan spesifikasi teknisnya

f.   Jumlah guru dengan mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikan ( keahlian )


No


Guru
Jumlah guru dengan latar
belakang pendidikan sesuai
dengan tugas mengajar
Jumlah guru dengan latar
belakang pendidikan yang TIDAK sesuai dengan tugas mengajar


Jmlh
D1/
D2
D3/
Sarmud
S1/
D4
S2/
S3
D1/
D2
D3/
Sarmud
S1/
D4
S2/
S3
1.
IPA
-
-
3
-
-
-
-
-
3
2.
Matematika
-
-
5
-
-
-
-
-
5
3.
B. Indonesia
-
-
4
1
-
-
-
-
5
4.
B.Inggris
-
-
3
-
-
-
-
-
3
5.
PAI
-
-
2
-
-
-
-
-
2
6.
IPS
-
-
2
1
-
-
-
-
3
7.
Penjasorkes
-
-
2
-
-
-
-
-
2
8.
Seni Budaya
-
-
-
-
-
-
-
-
0
9.
PKn
-
-
-
1
-
-
-
1
2
10.
TIK/Keterampilan
-
-
2
-
-
-
-
-
2
11.
BK
-
-
1
-
-
-
-
-
1
12
Lainnya: .......
Pend.Agama Kristen
Mulok

1
-

-
-

-
3

-
-

-
-

-
-

-
-

-
-

1
3
Jumlah
1
-
27
3
-
-
-
1
32

 


g. Prestasi sekolah
          1. Perolehan Kejuaraan / Prestasi Akademik : Lomba – lomba

No

Nama Lomba
Tahun 2009/2010
Tahun 2010/2011

Juara
Ke-
Tingkat

Juara Ke-
Tingkat
Kab
/Kota
Pro-
pinsi
Nasio
-nal
Kab
/Kota
Pro-
Pinsi
Nasio-
nal
1.
Olimpiade Fisika
1
-
-
2
-
-
2.
Olimpiade Biologi
4
-
-
1
-
-
3.
Olimpiade MTK
12
-
-
-
-
-
-
4.
LCT
2
-
-
-
-
-
-
5.
IPA
-
-
-
-
-
-
-
-
6.
Olimpiade IPS
6
-
-
2
-
-

           2.  Perolehan Kejuaraaan/Prestasi Non Akademik

No

Nama Lomba
Peringkat

Juara Ke-

Kab/Kota

Propinsi

Ket
1.
Vokal Group th 2005
1
-

2.
B.Volly Mini th 2006
1
-
Maju Tk. Nas
3.
Sepak Bola th 2006
2
-

4.
Pramuka LT IV th 2006
2
-

5.
Vokal group th 2007
1
-

6.
Tilawatil Qur’an th 2007
1
-

7.
Atletik Pi th 2007
1
-

8.
Atletik Pi th 2007
1
-
Maju Tk. Nas
9.
Sepak Bola th 2008
1
-

10.
Vokal Group th 2008
1
-

11.
Atletik Pi th 2008
1
-

12.
Sepak Bola th 2008
III
-

13.
Atletik Pi th 2008
II
-
Maju Tk. Nas
14.
Pramuka th 2008
II
-

15.
Renang Pi th 2009
II
-

16.
Atletik Pa. Th 2009
II
-

17
Tilawatil Qur’an th 2009
III
-

18
Renang Pa th 2009
III
-

19
Puisi th 2009
II
--

20
Vokal Group th 2009
1
-

21
Harlah MAN 2 Metro 2010
Umum
-

22
GTAO MAN 1 Metro 2010
Umum
-

23
Harlah MAN 2 Metro 2011
Umum
-

24
GTAO MAN 1 Metro 2011
Umum
-

25
HUT SMA N 1 Purbolinggo 2011
Umum
-




2.2.4. Pengenalan Keadaan Siswa
Keadaan siswa SMP Negeri 2 Purbolinggo Tahun Pelajaran 2011 / 2012 disajikan seperti table berikut ini :
Tabel  4 : Keadaan siswa SMP Negeri 2 Purbolinggo Tahun Pelajaran 2010 / 2011
NO
KELAS
JENIS KELAMIN
JUMLAH
KET
LAKI-LAKI
PEREMPUAN
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
VII A
VII B
VII C
VII D
VII E
VIII A
VIII B
VIII C
VIII D
VIII E
IX A
IX B
IX C
IX D
IX E
20
27
20
20
27
14
13
12
13
20
21
18
16
20
12
20
12
17
20
13
20
21
22
20
15
14
16
19
15
22
40
39
37
40
40
34
34
34
34
34
34
34
34
34
34


            Sumber data : Statistik SMP Negeri 2 Purbolinggo Tahun 2012
Tabel : 5  Keadaan Siswa SMP N 2 Purbolinggo berdasarkan rombel.
NO
KELAS
JENIS KELAMIN
JUMLAH
KET
LAKI-LAKI
PEREMPUAN
1
2
3
VII
VIII
IX
113
72
87
87
98
86
200
170
173


Jumlah
272
271
543

                        Sumber data : Statistik SMP Negeri 2 Purbolinggo Tahun 2012

2.2. 5 Observasi Tugas dan Peranan Pengelola Sekolah

Berdasarkan hasil pengamatan, pengalaman dan informasi dari guru dan siswa ternyata pelaksanaan tugas dari guru SMP N 2 Purbolinggo ternyata  sangat baik.
1)  Peranan Kepala Sekolah
Kepala sekolah berfungsi dan bertugas sebagai  edukator, manager, administrator dan supervisor, serta inovator.  Adapun peranan dan fungsi tersebut adalah sebagai berikut:
a.  Kepala Sekolah Selaku Edukator
Kepala sekolah selaku edukator bertugas melaksanakan proses belajar mengajar secara efektif dan efisien.
b.  Kepala Sekolah Selaku Manager
1.  Menyusun rencana
2.  Mengorganisasikan kegiatan
3.  Mengarahkan kegiatan
4.  Mengkoordinasi kegiatan 
5.  Melaksanakan pengawasan
6.  Melakukan evaluasi  terhadap kegiatan
7.  Menentukan kebijakan
8.  Mengadakan rapat
9.  Mengambil keputusan
10.Mengatur poroses pembelajaran
11.Mengatur atministrasi ketatausahaan, siswaan, ketenagaan, sarana, dan     prasarana, keruanagan (RAPBS)
12.Mengatur Oganisasi siswa intra sekolah (OSIS)
13.Mengatur hububgab sekolah dengan masyarakat  dan instansi terkait

c.  Kepala Sekolah Selaku Administrator      
Selaku administrator kepala sekolah bertugas melakukan administrasi dan penerapannya meliputi; perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, pengawasan kurikulum, kesiswaaan, ketatausahaan, ketenagakerjaan, keuanagan, perpustaan, labolatorium,ruang keterampilan, bimbingan konseling, UKS, OSIS, ruang serba guna  media, gudang dan 7K.

d.  Kepala Sekolah Sebagai Supervisor Kegiatan Belajar Mengajar
Kepala Sekolah Sebagai Supervisor Kegiatan Belajar Mengajar memiliki
tugas:
1. Proses belajar mengajar
2. Kegiatan bimbingan dan konseling
3. Kegiatan ekstrakulikuler
4. Kegoiatan ketatausahaan
5. Kegiatan kerjasama dengan masyarakat dan instansi terkait
6.  Sarana prasarana
7. Kegiatan Osis
8. Kegiatan 7K

e.  Kepala Sekolah Sebagai Inovator
Kepala Sekolah Sebagai Inovator memiliki tugas sebagai berikut:
1.  Melakukan pembaharuan di bidang KBM, BK, Ekstrakulikuler, dan    Pengadaan.
2.  Melaksanakan pembinaan guru dan karyawan.
3.  Melaksanakan pembaharuan dan menggali sumberdaya di Komite Sekolah dan Masyarakat.

2. Wakil Kepala Sekolah
Wakil kepala sekolah mempunyai tugas membantu kepala sekolah dalam kegiatan:
1.  Menyusun perencana, membuat program kegiatan dan pelaksanaan program.
2.  Pengorganisasian
3.  Pengarahan
4.  Ketenagaan
5.  Pengkoordinasian
6.  Pengawasan
7.  Identifikasi dan pengumpulan data.
8.  Penyusunan laporan 
Wakil kepala sekolah membantu kepala sekolah dalam urusan sebagai berikut:
a.  Bidang  Kurikulum
1  Menyiapkan program pengajaran dan program tahunan
2  Menyiapkan jadwal pelajaran dan jadwal evaluasi belajar
3  Menyusun pembagian tugas guru
4.   Menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar dan pembinaannya
5.  Merencanakan dan melaksanakan ulangan harian/ulangan umum/tes penyegaran
6.    Merencanakan dan melaksanakan pembagian raport
7.  Merencanakan dan melaksanakan kenaikan kelas/pemilihan program
8.  Menyelenggarakan dan melaksanakan kenaikan kelas/pemilihan program
9.    Merencanakan dan menyelenggarakan kegiatan pendalaman materi, matrikulasi dan bimbingan test
10.  Mengelola nilai ulangan, test, UAS/UAN dan STTB
11.     Menyediakan buku kemajuan kelas
12    Elakukan suverviser administrasi dan akademis
13    Penyusun laporan pelajaran

b. Bidang  Kesiswaan
1.            Menyelengarakan peneriamaan siswa baru
2.            Mengelola mutasi siswa
3.            Mernecanakan pengelompokan siswa dalam kelas
4.      Melaksanakan 7-K (keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, kekeluargaan, kesehatan dan kerindangan).
5.            Membina OSIS dan seksi-seksinya termasuk pembentukan pengurusnya
6.            Mengkoordinasikan kegiatan BK
7.            Mengkoordinasikan kegiatan ekstra kurikuler
8.            Menyelenggarakan upacara bendera dan nasional keagamaan
9.       Membimbing kegiatan kesiswaan dan olahraga prestasi
10.   Menyeleksi calon  untuk  diusulkan mendapat beasiswa

2.2.6 Observasi Tugas dan Peran Guru/Guru pamong
Guru bertanggung jawab kepada kepala sekolah dan mempunyai tugas melaksanakan  proses kegiatan belajara menngajar secara efektif dan efesien. Tugas dan tanggung jawab seorang guru meliputi:
1.      Kegiatan pembelajaran.
2.      Kegiatan penilaian proses belajar, ulangan harian, ulangan umum, dan ujian akhir.
3.        Membuat  prangkat program pengajaran  yang meliputi program tahunan atau semester, program satuan pelajaran, program rencana pengajaran, dan LKS.
4.        Menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengayan.
5.        Mengisi daftar nilai siswa.
6.        Membuat media pengajaran/ alat peraga.
7.        Mengikuti kegiatan pengembangan  dan pemasyarakatan kurikulum.
8.        Melaksanakan tugas tertentu di sekolah.
9.        Mengadakan pengembangan program pengajaran yang menjadi tanggung jawabnya.
10.    Membuat  catatan tentang kemajuan hasil belajar siswa .
11.    Mengumpulkan dan menghitung angka kredit untuk kenaikan pangkatnya.

1. Tugas dan Peran Wali Kelas
Wali kelas membantu Kepala Sekolah dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
1.      Pengelolaan kelas
2.      Menylenggarakan  administrasi kelas  meliputu: denah tempat duduk siswa, daftar pelajaran kelas, daftar piket kelas, buku absensi siswa buku jurnal pembelajaran kelas, dan tatatertib siswa.
3.      Pengisian daftar kumpulan nilai siswa.
4.      Membuat catatan khusus tentang siswa.
5.      Pencatatan mutasi siswa.
6.      Pengisian buku laporan penilaian hasil belajar.
7.      Pembagian buku laporan  penilaian hasil belajar.

2. Tugas dan Peran Guru Bimbingan dan Konseling
    Bimbingan Konseling membantu Kepala Sekolah dalam kegiatan-kegiatan
    sebagai berikut :
1.   Penyusunan program dan pelaksanan bimbingan konseling.
2.      Koordinasi dengan wali kelas dalam rangka mengatasi masalah-masalah yang dihadapi oleh siswa tentang kesulitan belajar.
3.      Memberikan layanan bimbingan konseling pada siswa agar lebih berprestasi dalam kegiatan belajar.
4.      Memberikan saran dan pertimbangan kepada siswa dalam meperoleh gambaran tentang lanjutan pendidikan, lapangan dan konseling.
5.      Mengadakan penilaian pelaksanaan bimbingan konseling.
6.      Melaksanakan kegiatan analisis hasil evaluasi hasil belajar.
7.      Menyusun dan melaksanakan program tindak lanjut bimbingan dan konseling.
8.      Menyususn laporan pelaksanaan bimbingan dan konseling

3. Tugas dan Peran Guru Piket
1.      Bertanggung jawab atas kegiatan belajar mengajar sehari-hari di sekolah
2.      Menjaga ketertiban dan keamanan sekolah antara lain meningkatkan pengawasan pada saat dan tempat yang rawan.
3.      Mengambil tindakan yang diperlukan untuk ketertiban dan keamanan sekolah.
4.      Mengusahakan agar kelas-kelas kosong karena guru berhalangan hadir mendapatkan guru pengganti.
5.      Bertanggung jawab atas pelaksanaan upacara bendera setiap hari senin serta hari-hari nasional.
6.      Melarang atau mengizinkan seorang siswa/sekelompok siswa untuk meninggalkan sekolah pada jam pelajaran tertentu.
7.      Mengisi buku piket yang berisi kehadiran guru dan siswa sehari-hari serta kejadian di sekolah selama ia bertugas.
8.      Melaporkan kepada kepala sekolah atau wakil kepala sekolah hal-hal yang dianggap penting.
9.      Membagi dan mengumpulkan kembali presensi dan buku kegiatan harian kelas.
10.  Bekerja sama dengan guru BK dan mengelola perpustakaan untuk pengisian jam-jam kosong, bimbingan karir maupun peningkatan gemar membaca.

4. Guru Pamong
    Pada pelaksanan program pengalaman lapangan bagi mahasiswa guru pamong 
    bertugas :
1.      Membimbing mahasiswa, terkait dengan proses pembelajaran yang mencakup persiapan, praktik mengajar terbimbing dan mandiri, serta kegiatan non mengajar lainnya..
2.      Memberikan model mengajar/model kerja pada saat mahasiswa melakukan observasi.
3.      Memberikan tugas/bahan praktik.
4.      Menilai pelaksanaan PPL di sekolah.

Daftar nama-nama Guru SMP Negeri 2 Purbolinggo Kabupaten Lampung Timur Tahun Pelajaran 2011/2012 :
NO.
NAMA
L/P
JABATAN
KET
1.
2.
3.
4.
5
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
Rohmanjanah, S.Pd.M.Si.
Drs. Edi Carito
Imam Mujiwantoro, S. Pd.
Budi Rusanto, S.Pd.
Tomo, S.Pd.
Drs. Dhoriyanto
Hj. Titik Haryati, S.Pd.
Dra. Nurwati
Sri Lestari, S.Pd.
Siti Bariroh, S.Pd.
Kasnan, S. Pd.
Sulanjari, S. Pd.
Nurbuati, S. Pd.
Dra. Siti Fatimah
Dra. Liberti
Dra. Eny Mastuti
Sri Wihartin, S.Pd.
Wardani,  M. Si.
Kartubi, S.Pd.
Dra. Sri Wiyati
Dra. Pristiwati Aminah
Indarwati, S.Pd.I.
Yuni Fitri Yanti, M.Pd.
Dra. Sumarni
Yoga Adhi Cahya, S.Pd.
Ema Damayanti, S. Pd.
Etty Herawati
Muhammad Al Azhari
Dedi Susanto
Fitri Haryati, S.Pd.I
P
L
L
L
L
L
P
P
P
P
L
P
P
P
P
P
P
L
L
P
P
P
P
P
L
P
P
L
L
P
Kepala Sekolah
Waka Bid Manajemen Mutu
Waka Bid. Kurikulum
Waka Bid. Humas
Waka Bid. Siswa
Waka Bid. Sarpras
Guru
Guru
Guru
Guru
Guru
Guru
Guru
Guru
Guru
Guru
Guru
Guru
Guru
Guru
Guru
Guru
Guru
Guru
Guru
Guru
Guru
Guru
Guru
Guru

                       
Sumber Data : Statistik SMP Negeri 2 Purbolinggo Tahun 2012.
2.2.7. Observasi Keadaan/Hubungan Teman Sejawat

Dalam melaksanakan kegiatan PPL praktikan membina hubungan yang harmonis dengan sesama praktikan.  Setelah mengajar biasanya masing-masing praktikan menceritakan hal-hal yang terjadi di kelas, sehingga biasa mencari solusi secara bersama-sama dan saling bertukar pikiran setiap persoalan yang dihadapi.  Di awal pelaksanaan PPL antar praktikan satu dengan yang lain saling masih dalam proses adaptasi sehingga perbedaan pendapat kadang terjadi, akan tetapi sejalan dengan berjalannya waktu dan interaksi pada setiap harinya menjadikan praktikan saling memahami sifat dan karakter dari masing-masing praktikan.

Daftar mahasiswa yang menjadi pratikan di SMP N 2 Purbolinggo Kabupaten Lampung Timur adalah sebagai berikut:

NO.
NAMA
PROGRAM STUDI
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11
12
13
Adi Sanjaya
Yunia Rahma Utami
Ayoe Diah Sukmawati
Ni Ketut Novia Tariani
Hesty Prilita Z.
Sri Wahyuni
Tika Widyawati
Dian Kurniasari
Ruwanti
Dede Jihan Rasika
Agustina Damayanti
Rizki Faradila
Dicky Tamara Rizaldi
Sejarah
PKN
Sejarah
Kimia
Fisika
Matematika
Geografi
Bahasa Indonesia
Biologi
Bahasa Inggris
Ekonomi
Seni Tari
Penjaskesrek


2.2.8  Observasi Hubungan Dengan Siswa

Siswa-siswi SMP N 2 Purbolinggo mempunyai latar belakang yang berbeda, baik dari status sosial maupun status ekonominya. Sifat siswanya pun bermacam-macam, ada yang aktif, ada yang pasif, pendiam, lincah, cerdas, senang cari perhatian, dan lain-lain. Kegiatan pengembangan diri yang diikuti siswa antara lain adalah Pramuka, bidang IPA dan IPS, Seni, dan Olahraga.

2.2.9. Observasi Kegiatan Administrasi Sekolah

1)      Tenaga Administrasi Sekolah
Tugas tenaga administrasi sekolah adalah:
a.       Melaksanakan tugas ketatausahaan sekolah
b.      Menyediakan perlengkapan lainnya.
c.       Koordinator dan penanggung jawab kepada administrasi sekolah
d.      Membantu tugas keluar dinas
e.       Mencatat keluar masuknya keuangan sekolah seperti PP, OSIS, BP3, serta gaji guru dan karyawan.
f.       Mengurusi jumlah karyawan yang ada baik tetap maupun tidak tetap.
g.      Mengurusi buku induk siswa.
h.      Mengurusi surat-menyurat kepada instansi lain.

2)      Peran Pustakawan sekolah
Perpustakaan menjadi sarana penunjang bagi kelancaran kegiatan belajar mengajar di dalam kelas, sebab perpustakaan menyediakan berbagai buku sebagai sumber informasi.  Perpustakaan SMP N 2 Purbolinggo sudah cukup baik dilihat dari segi kelengkapan koleksi maupun manajemen pengelolaannya.
Tugas pegawai perpustakaan adalah:
1.    Merencanakan pengadaan buku-buku/media elektronik
2.    Mengurus pelayanan perpustakan
3.    Memelihara dan pengadan buku-buku/bahan pustaka/ media elektronik
4.      Inventarisasai dan pengadministrasian buku-buku/bahan pustaka
5.      Melayani siswa, guru dan tenaga kependidikan lainnya serta masyarakat.
6.      Menyusn laporan kegiatan pelaksanaan kegiatan perpustakaan secara berkala.

3)      Wali Kelas
 Fungsi dan peranannya adalah:
¨         Memotivasi kegiatan kelas
¨         Mengelola administrasi di dalam kelas
¨         Bertanggung jawab atas kegiatan kelas

4)      Administrasi kurikulum
Administrasi kurikulum SMPN 2 Purbolinggo meliputi :
1. Jadwal Pelajaran
2. Kalender Pendidikan
3. Program Semester
4. Membuat kisi-kisi soal
5. Lembaran program kerja tahunan
6. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
7. Kumpulan bahan evaluasi dan lain-lain.

5)      Administrasi kepegawaian
Guru di SMPN 2 Purbolinggo terdiri atas beberapa status yaitu guru tetap dari yayasan, guru tetap diperbantukan oleh pemerintah dan guru tidak tetap. Jenjang pendidikan guru di SMPN 2 Purbolinggo adalah sarjana, program diploma, dan penyetaraan. Adapun pembagian tugas mengajar didasarkan atas spesialisasi keilmuwan yang dimiliki.
6)      Administrasi siswa
Administrasi siswa merupakan suatu penataan atau manajemen yang diatur mengenai keaktifan dan kegiatan siswa, dilaksanakan mulai masuk sekolah (siswa baru) hingga mereka tamat, maupun keluar masuknya siswa lama dan baru. Kegiatan administrasi siswa antara lain:
1. Surat pendaftaran siswa atau penerimaan siswa baru
2. Daftar calon siswa baru (laporan awal tahun)
3. Daftar siswa baru kelas VII
4. Daftar hadir siswa
5. Buku raport siswa
6. Buku mutasi siswa dan surat keterangan pindah
7. Daftar prestasi siswa dan hasil surat keterangan pindah

7)      Administrasi keuangan
Dibidang keuangan SMPN 2 Purbolinggo memiliki bagian yang menangani masalah keuangan. Bidang keuangan ini mempunyai ruang lingkup antara lain :
1. Menerima pembayaran SPP
2. Menerima uang OSIS
3. Menerima uang bangunan
4. Membayar honor guru
5. Membayar karyawan
6. Melapor tentang keadaan keuangan kepada kepala sekolah
7. Mengatur keluar masuknya uang sesuai dengan kebutuhan sekolah

8)      Administrasi kantor
Dalam urusan administrasi kantor sekolah SMPN 2 Purbolinggo  mempunyai pembagian khusus mengenai administrasi kantor. Adapaun administrasi kantor dalam hal ketatausahaan adalah :
1. Organisasi dan struktur kepegawaian
2. Anggaran belanja sekolah
3. Surat menyurat agenda
4. Membuat laporan, pengisian buku induk, buku absen guru, buku tamu,  buku Absensi siswa dan sebagainya.

9)      Laboratorium, Perpustakaan, dan Koperasi
Laboratorium yang dimiliki oleh SMPN 2 Purbolinggo adalah laboratorium komputer dan laboratorium IPA, meskipun penggunaannya belum optimal kemudian untuk perpustakaan sekolah telah memadai, buku paket dan buku-buku penunjang lain juga telah ada. Koperasi sekolah juga telah berjalan lancar dengan pengelolaan dari siswa yang berisi alat dan perlengkapan.

2.3. Tahap Pelaksanaan PPL
2.3.1. Tahap Penyusunan Program Kurikulum (Tugas Mengajar dan Non Mengajar)

Pada tahap ini praktikan membuat program tahunan dan program semester yang bersumber dari GBPP yang diberikan oleh guru pamong kemudian membuat alokasi waktu pembelajaran semester genap, silabus, dan rencana pembelajaran (RPP). Setelah perangkat pembelajaran selesai, kemudian dikonsultasikan kepada guru pamong untuk kemudian diadakan perbaikan sehingga layak dipakai sebagai perangkat pembelajaran di kelas. Perangkat pembelajaran meliputi program tahunan, program semester ganjil, alokasi waktu pembelajaran semester ganjil, silabus, dan rencana pelaksanaan pembelajaran (terlampir).

 

2.3.2 Tahap Pelatihan Mengajar dan Tugas Kependidikan/Non Mengajar


Sebelum praktikan mengajar di kelas, terlebih dahulu melihat guru pamong mengajar di kelas.  Hal ini perlu dilakukan untuk mengetahui dan mempersiapkan diri dalam praktik mengajar selanjutnya. Praktikan mengamati metode-metode yang digunakan oleh guru pamong ketika mengajar serta bagaimana cara mengelola kelasnya. Hal ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana cara dan pelaksanaan dalam proses mencapai tujuan belajar mengajar agar lebih efektif dan efisien.  Dalam pelaksanaan PPL di SMP N 2 Purbolinggo ini, praktikan mengajar pelajaran Sejaraha kelas VII yaitu kelas VIIA dengan jumlah jam mengajar/minggu 4 jam pelajaran.

2.3.3 Masa Latihan Terbimbing

Dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar praktikan dibimbing oleh guru pamong.  Guru pamong bertugas membimbing praktikan yaitu dengan membantu merencanakan kegiatan belajar mengajar yang berhubungan dengan :
a.       Urutan bahan pelajaran
b.      Waktu yang diberikan untuk menyelesaikan bahan pelajaran
c.       Evaluasi yang meliputi lama waktu tes, bentuk soal, dan cara penilaian.
d.      Mengevaluasi kegiatan mahasiswa dalam pelatihan pengalaman lapangan berdasarkan pola dan sistem instruksional yang telah ditentukan.
e.       Menetapkan penampilan mahasiswa dalam melaksanakan pengalaman lapangan.
f.       Menilai penampilan mahasiswa
g.      Memberikan umpan balik (feedback) dalam penyajian teori pengalaman
h.      Memberikan keterampilan-keterampilan dalam mengajar seperti:
·         Memulai dan mengakhiri pelajaran
·         Keterampilan mengelola kelas
·         Keterampilan bertanya
·         Keterampilan memberi penguatan
·         Keterampilan memberi materi
·         Keterampilan membuat metode dan media pengajaran

Masa ini praktikan awali pertemuan pertama dengan saling berkenalan terhadap siswa-siswi kelas VIIA. Praktikan melakukan observasi selama +1 pekan untuk melihat bagaimana guru mengajar pada kelas tersebut.  Kemudian praktikan mengajar menyesuaikan dengan kebiasaan yang ada, namun dalam perjalanannya berusaha menyisipkan hasil perkuliahan ke dalam proses pembelajaran sehingga metode pembelajaran yang diperoleh selama perkuliahan  dapat dirasakan aplikasinya dalam kelas sebenarnya. Kurang lebih selama dua pekan dalam setiap pertemuan praktikan ditunggui oleh guru pamong. Dan selesai pertemuan praktikan menerima evaluasi dan saran untuk pertemuan berikutnya dari guru pamong.

Praktikan sering mengalami kesulitan dalam mengkondisikan kelas saat berlangsungnya pembelajaran namun hanya pada kelas VIIA. Hal ini dikarenakan praktikan belum mempunyai pengaruh di kelas tersebut. Mereka cenderung tenang atau kondusif dalam belajar apabila di kelas ada guru pamong atau karena mengingat kesopanan terhadap praktikan sebagai guru PPL di kelas.  Pada masa ini praktikan memperoleh pengalaman membuat program tahunan, program semester, RPP, menyiapkan media pembelajaran dan juga membuat soal Uji Blok I dan II dengan bimbingan guru pamong.  Ternyata tidak mudah membuat soal yang tepat agar siswa mencapai standar ketuntasan belajar minimal dengan baik.

2.3.4 Masa Latihan Mandiri

Masa latihan mandiri adalah masa praktikan melaksanakan latihan belajar mengajar secara mendiri (tanpa ditunggu guru pamong). Meskipun sudah mandiri namun dalam kegiatan belajar mengajar tetap dikontrol dan dibimbing oleh guru
pamong, perangkat pembelajaran seperti silabus, RPP dan alat peraga tetap dikonsultasikan pada guru pamong.
Hal-hal yang harus dikuasai oleh praktikan dalam masa latihan mandiri adalah:
a.       Keterampilan membuka dan mengakhiri pelajaran
Hal ini penting sebab akan berpengaruh terhadap siswa.  Kegiatan ini dimaksudkan untuk menciptakan suasana siap mental pada siswa, menarik perhatian siswa, memotivasi dan memberi acuan untuk menuju kondisi siap belajar.
b.       Keterampilan Menjelaskan
Dalam menjelaskan materi pelajaran praktikan memberikan penjelasan materi secara lisan yang diorganisasikan secara sistematis untuk menunjukan hubungan antara yang sudah dengan yang belum di pelajari siswa.  Melalui penjelasan, praktikan dapat membimbing siswa untuk memahami, mengatasi kesalahpahaman siswa, membantu memecahkan masalah, dan membantu proses penalaran siswa.
c.       Keterampilan Bertanya
Bertanya kepada siswa juga harus jelas, sebaiknya mengajukan pertanyaan terlebih dahulu baru kemudian mempersilahkan siswa untuk menjawab.

d.      Keterampilan Memberi Penguatan
Memberikan penguatan sangat diperlukan untuk memotivasi siswa agar lebih giat lagi dalam belajar dan memeperkuat pemahaman atas materi yang telah disampaikan. Penguatan bisa verbal maupun non verbal, namun dalam biologi yang sering dilakukan adalah melalui latihan soal (postest di setiap  akhir pertemuan).
e.        Keterampilan Mengadakan Variasi
            Dalam proses pembelajaran sebaiknya metode yang digunakan bervariasi.  Hal ini dilakukan supaya siswa tidak jenuh.
f.         Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil
      Keterampilan ini diperlukan ketika metode pengajaran yang digunakan adalah diskusi.
g.        Keterampilan mengelola pembelajaran meliputi keterampilan mengelola kelas dan mengelola materi pelajaran.
h.        Ketermpilan mengajar kelompok kecil dan perorangan Keterampilan ini

Dalam kenyataannya praktikan belum mampu sepenuhnya menguasai kedelapan keterampilan dasar tersebut secara bersamaan.  Dari sekian tatap muka yang lebih menonjol yang dapat praktikan kembangkan adalah keterampilan bertanya dan memberi penguatan. Sedangkan untuk bentuk keterampilan lainnya terkadang baik dan terkadang sebaliknya terutama pada keterampilan menyampaikan meteri pembelajaran dan mengelola pembelajaran.  Dalam setiap tatap muka selalu menghabiskan  lebih dari 5 menit untuk mempersiapkan kondisi kelas yang kondusif dalam belajar.  Hal ini dikarenakan mereka masih sibuk dengan aktivitas pribadi seperti mempersiapkan buku pelajaran, mengobrol dengan temannya, izin ke kamar mandi atau bahkan sering sedang mendapat panggilan dari kantor guru dengan berbagai keperluannya.

Di tengah-tengah jam pelajaran saat materi pembelajaran kurang menyenangkan dan praktikan kurang mampu dalam menyajikan dengan menarik, maka perhatian mereka akan kembali buyar.  Dan untuk hal itu kembali lagi praktikan menyita waktu untuk menenangkan dan memusatkan perhatian mereka kembali ke dalam pembelajaran.  Biasanya praktikan melakukannya dengan memberikan soal dadakan baik secara lisan maupun tulisan baik di tempat duduknya atau maju ke depan kelas kepada siswa yang tidak fokus tersebut.  Pada umumnya praktikan menggunakan media yang dapat menarik minat siswa untuk fokus belajar, seperti charta, gambar-gambar, maupun bahan pengetahuan dari internet yang berhubungan denga pelajaran.

Kendala teknis pembelajaran yang lain pada saat pembelajaran berlangsung adalah tersitanya waktu untuk mengikuti kegiatan  yang diselenggarakan sekolah seperti kegiatan 17 Agustus, sehingga jatah jam pelajaran jadi berkurang.  Karena hal ini dilakukan pada jam efektif belajar.  Praktikan juga berkesempatan menganalisis hasil Tes Uji Blok I  dan II per butir soal yang kemudian hasinya digunakan untuk menentukan tindakan remidial pada siswa yang nilainya tidak mencukupi standar ketuntasan belajar minimal (SKBM).

Tahap Pelatihan Tugas-tugas Kependidikan
1)      Belajar Mengenal Siswa
Dalam proses belajar mengajar hal yang tidak terlupakan oleh praktikan adalah mengenal siswa.  Praktikan mengenal siswa dengan cara :
Ø  Mengingat nama siswa
Ø  Memperhatikan dan mengenal siswa yang memiliki kelebihan dalam hal prestasi, fisik, dan interaksi sosial.
Ø  Melakukan pendekatan melalui kegemaran dan persoalan-persoalan yang dihadapi.

2)      Mengenal Pengelolaan Sekolah
Dalam kegiatan PPL ini praktikan juga mengenal pengelolaan sekolah yang berhubungan dengan :
a.      Edukatif
b.      Administrative
c.      Personalia

3)  Kegiatan Kurikuler dan Ekstrakurikuler
Kegiatan kurikuler di SMPN 2 Purbolinggo pada umumnya sama dengan sekolah-sekolah lain.  Kegiatan ekstrakurikuler di SMP N 2 Purbolinggo meliputi :
a)      OSIS
b)      Olah Raga
c)      Pramuka
d)     Olimpiade IPA dan IPS
e)      Seni


Dalam pelaksanaan kegiatan Program Pengalaman Lapangan (PPL) di SMP N 2 Purbolinggo Kabupaten Lampung Timur tidak ada hambatan khusus yang memberatkan praktikan, namun ada beberapa hambatan yang bersifat umum yang praktikan temui di lapangan yaitu :
1.           Pembuatan rencana pengajaran dan penetapan waktu pada perangkat pembelajaran, namun hal itu dapat diatasi dengan konsultasi pada guru pamong.
2.           Pada awal mengajar mandiri paktikan kurang dapat mengendalikan kelas. Ini disebabkan selain kondisi psikologis siswa SMP kelas VII juga dikarenakan praktikan belum biasa mengelola kelas. Hambatan ini dapat diatasi dengan memahami karakteristik siswa dan pendekatan persuasif.

2.3.5 Ujian

            Ujian program pengalaman lapangan dilaksanakan setelah latihan terbimbing dan latihan mandiri, ujian dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang disepakati pihak unila yang diwakili dosen pembimbing lapangan dan pihak sekolah oleh guru pamong.



 







BAB III
PEMBAHASAN PELAKSANAAN
KEGIATAN PPL

 

3.1. Waktu Pelaksanaan
Pelaksanaan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) ini dilaksanakan mulai tanggal 6 Juli sampai dengan 21 September 2012.

3.2. Peserta
Peserta PPL periode 2012 / 2013 ini diikuti empat jurusan yang ada di FKIP Unila. Untuk di SMP Negeri 2 Purbolinggo terdapat delapan program studi yang praktek itu adalah Kimia, Sejarah, Matematika, Fisika, Penjaskesrek, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, PKn, Geografi, Seni Tari, Ekonomi dan Biologi.

3.3. Tempat Pelaksanaan
Tempat pelaksanaan PPL ini adalah SMP N 2 Purbolinggo, di Jalan Nusantara Raya Taman Asri Kec. Purbolinggo Kab. Lampung Timur.
                                                                                                                                   
3.4. Dosen Pembimbing Lapangan
Dosen pembimbing lapangan (DPL) praktikan di SMP N 2 Purbolinggo  adalah Bapak  Dr. Mulyanto Widodo, M. Pd

 

3.5. Pelaksanaan Kegiatan PPL
Mengenai pelaksanaan kegiatan PPL tersebut dapat dilihat dalam rencana pengajaran seperti yang tercantum dalam rencana pengajaran seperti yang tercantum dalam halaman judul.

3.6 Hambatan-hambatan

Selama kegiatan PPL berlangsung praktikan menemui hambatan-hambatan diantaranya adalah sebagai berikut :
1.    Adanya perbedaan metode mengajar yang dipelajari dibangku kuliah dengan kenyataan yang dihadapi.
2.    Kurang aktifnya siswa dalam kegiatan belajar mengajar.
3.    Siswa kurang memiliki disiplin waktu. Hal ini terlihat dari masih adanya siswa yang datang terlambat atau masuk setelah pelajaran sudah dimulai.
4.    Kurangnya motivasi siswa dalam berargumentasi.
5.    Waktu pelajaran setelah pelajaran Olah Raga terkadang siswa bermalas-malasan untuk mengikuti pelajaran selanjutnya, sehingga waktu pelajaran berkurang.
6.    Adanya perbaikan kelas sehingga jam pelajaran satu jam tidak 40 menit tapi hanya 30 menit
7.    Ketidaksiapan siswa dalam menerima pelajaran yang akan disampaikan, kadangkala siswa kelihatannya menyimak dan memperhatikan, tetapi setelah diberikan latihan atau tugas nilainya masih rendah

3.7   Penanggulangannya

Dalam menghadapi berbagai hambatan praktikan mencari jalan keluar yang terbaik, diantaranya adalah sebagai berikut :
1.        Praktikan menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga suasana kelas tidak kaku disertai variasi mengajar yang menarik sehingga siswa tidak cepat bosan dengan materi yang disampaikan.
2.        Praktikan berusaha mengadakan pendekatan terhadap siswa.
3.        Pengaturan penyampaian materi per-Indikator lebih di efisien kan agar dalam pembelajaran tidak ketinggalan
4.        Praktikan berkonsultasi dengan guru pamong mengenai metode mengajar kemudian disesuaikan.
5.        Memberikan sangsi dan peringatan kepada siswa yang melanggar peraturan dengan memberikan tugas atau latihan-latihan
6.        Praktikan berusaha membuat media pembelajaran yang mudah dipahami oleh siswa dan meminjam alat bantu pengajaran dari FKIP Unila untuk dipakai pada proses pembelajaran di tempat PPL.
7.        Lebih mengefisienkan waktu dan memberikan banyak tugas pada siswa untuk mengerjakan tugas-tugas tentang materi yang telah disampaikan agar siswa lebih memahami materi yang telah disampaikan


 


 


 


 


 


 

BAB IV
PENUTUP

4.1   Kesimpulan

Program Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan kegiatan yang memang harus dilalui dan juga dilaksanakan oleh setiap para calon guru, karena dengan melalui proses ini maka para calon guru akan lebih siap serta menguasai apa yang akan disampaikan bilamana nanti siap untuk melaksanakan proses belajar mengajar di kelas.

Dengan adanya PPL yang dilaksanakan pada SMP Negeri 2 Purbolinggo , praktikan merasakan mendapatkan pengalaman yang sangat berharga. Mulai dari persiapan perencanaan dan juga kerjasama antar guru pamong dan guru yang lain sangatlah baik yang pada akhirnya memudahkan praktikan untuk menjalani peran dan fungsi keguruan.

PPL merupakan wadah sebagai langkah awal bagi calon guru sebelum terjun ke dalam profesi guru yang sesungguhnya, sehingga program ini mempunyai manfaat yang sangat besar untuk dijadikan pengalaman.

Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan sebelumnya dan didasarkan hasil pelaksanaan PPL yang telah dilaksanakan, maka praktikan dapat menarik kesimpulan sebagai berikut :
a.              Program Pengalaman Lapangan ( PPL) adalah wadah sebagai calon guru untuk membina pengalaman agar seorang guru kenal dengan profesinya dengan permasalahan sesungguhnya sehingga diharapkan menjadi seorang pendidik yang profesional.
b.             Seorang guru tidak hanya mengajar saja tetapi juga harus dapat menyelesaikan dan melaksanakan berbagai masalah pendidikan.
c.              Bagi perguruan tinggi yang mencetak calon-calon guru, maka PPL dapat dijadikan alat ukur keberhasilan kurikulum perguruan tinggi tersebut untuk menghasilkan guru-guru yang berkualitas.
d.             Pemahaman guru terhadap siswa sangat diperlukan untuk keberhasilan proses belajar mengajar.
e.              Pelaksanaan Program Pengalaman Lapangan ( PPL) di SMP Negeri 2 Purbolinggo dapat berjalan dengan baik, berkat kerja sama yang baik antara praktikan dengan guru pamong, dewan guru yang ahli, siswa dan semua unsur yang ada di dalamnya.
f.              Kondisi di lapangan tidak selalu sesuai dengan teori dan keadaan yang di dapatkan di bangku kuliah. Oleh karena itu, seorang calon guru harus siap menghadapi kondisi apapun dalam melaksanakan tugasnya sebagai seorang pendidik.

4.2. Saran
Untuk meningkatkan dan memantapkan mutu pelaksanaan PPL, maka untuk kegiatan PPL yang akan datang penulis menyarankan sebagai berikut:
1.        Dalam melaksanakan tugasnya, praktikan harus selalu menjalin koordinasi dan komunikasi yang baik dengan guru pamong, staf dan TU, dewan guru, karyawan dan sesama mahasiswa PPL sehingga tercipta suasana yang kondusif yang akan menunjang kelancaran kegiatan PPL.
2.        Agar pemantauan yang di lakukan DPL ke sekolah dapat dilakukan lebih intensif lagi.
3.        Meningkatkan sikap terbuka dan komunikatif dalam mengarahkan praktikan sehingga praktikan memperoleh hasil yang maksimal.
4.        Pemilihan tempat PPL lebih diperhatikan demi keberhasilan dan kualitas
yang dicapai oleh praktikan setelah melaksanakan kegiatan PPL
5.        Kekeluargaan di antara praktikan dengan guru-guru di SMP Negeri 2 Purbolinggo,  sehingga dapat menjadi suri tauladan bagi kami di masa yang akan datang.
6.        Agar disiplin sekolah dapat dipertahankan lagi.
7.        Sikap terbuka, komunikatif, dan hubungan kekeluargaan yang telah terjalin antara praktikan dengan guru-guru dan staf tata usaha harus ditingkatkan lagi.

 



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar