Kamis, 06 Desember 2012

KERUSUHAN DI LAMPUNG SELATAN



KERUSUHAN DI LAMPUNG SELATAN

Baru-baru ini kita telah mendengar kembali kejadian-kejadian di lampung selatan. Kejadian itu adalah kerusuhan bentok antar desa di lampung selatan yang mana masalah bentokan yang lama lalu saja belum dingin yaitu bentokan di desa sidomulyo yang mengakibatkan puluhan rumah rusak dan tempat–tempat ibadah ikut rusak serta sarana prasarana ikut juga. Ini membuktikan bahwa adanya hubungan kurang  harmonis antar kedua belah pihak yang bersengketa. Ketidak harmonisan ini di sebabkan banyak oleh faktor yang berbeda di antar kedua suku ini yaitu suku lampung sebagai suku asli sedangkan suku bali sebagai suku pendatang. Dari kedua suku tersebut memiliki corak yang berbeda sehingga permasalahan-permasalahan itu selalu muncul di permukaan. Akan tetapi permasalahan itu di perparah lagi kurang nya komunikasi antar kedua tokoh adat  dari kedua belah pihak. Sehingga kurang tahunya kebudayaan yang mereka miliki dan kurangnya sosialisasi. Akibatnya sosialisasi dan pemahaman antar kedua kebuadayan tersebut maka seringnya terjadi pergesekan-pergesekan antar kedua  suku. Dengan adanya pergesekan tersebut masalah-masalah sering timbul dari hal-hal kecil bisa memicu pertikaian diantara dua  belah pihak tersebut.
Pertikaian-pertikaian seperti itu yang menyebabkan terjadinya konflik-konflik di masyarakat lampung selatan. Adanya Isu-isu yang beredar di kalangan masyarakat adanya kesenjangan sosial diantara kedua belah pihak sehingga munculnya kecemburuan sosial. Dengan ini komplik yang terjadi di  masyarakat  lampung selatan khususnya di sidomulyo dan balinuraga dengan orang lampung sekitar salah satu desanya yaitu agom. Kita ambil contoh pertikaian di lampung selatan yang baru-baru ini pertikaian antar desa balinuraga dengan desa agom.
Kerusukan dari kedua nya merujuk komplik yang menuju SARA yang menelan beberapa korban dan ratusan luka-luka serta ratusan rumah terbakar dan rusak berat. Konflik-konflik itu dapat menularkan akibat yang amat berbahaya jika kesemuanya itu tidak ditindak dengan segara dan tegas oleh pihak berwenang setempat dengan dukungn dari pemerintah pusat. Akan tetapi,sering terjadi pada di salah tafsirkan oleh banyak orang dan bahkan simpati kepada perusuh untuk di beri sanksi hukuman. Konflik ini bisa menyebar luas ke seluruh lapisan masyarakat hanya akibat dari segelintir orang saja. Pemicu-pemicu seperti ini di ibaratkan sebuah pistol yang siap di letupkan sedikit saja ke senggol meletup lah pistol tersebut. Masalah ini juga tidak beda dengan masyarakat lampung selatan sudah banyak masalah yang terjadi kedua masyarakat tersebut. Isu yang beredar yaitu terjadi nya pelecahan terhadap kedua wanita warga agom oleh warga balinuraga. Ini yang menjadi pemicu terjadi nya bentrokan warga karena warga agom merasa tidak terima atas perlakuan terahadap kedua warganya oleh warga balinuraga.
Pada awal menyerang mereka menyerang desa balinuraga  malahan warga mereka terbunuh sebanyak 3 orang,  ini terjadi pada tanggal 27-29 oktober 2012 di desa balinuraga, kecamatan way panji, lampung selatan. Karena warga balinuraga sudah siap menghadang serangan dari warga agom tersebut. Warga agom pun mundur pada serangan pertama karena mereka kalah jumlah, mereka pun pulang dengan rasa  duka karena warga mereka ada yang mati akibat bentrok tersebut. Orang-orang agom pun mengerahkan masa dengan mengajak para warga dari desa dan kecamatan lain. Dan merekapun mendapat dukung dan simpatisan yang berjumlah mereka lebih dari  10 ribuan  orang untuk menyerang desa balinuraga.
Dengan dukungn tersebut warga agom yang mayoritas bersuku pribumi menyerang  desa balinuraga yang mayoritas orang bali. Dengan serangan tersebut desa balinuraga luluh lantah rata dengan tanah semua rumah dibakar dan rusak. Meskipun para aparat berada disana tapi tidak dapat berbuat apa-apa karena meraka kalah jumlah dengan dengan warag yang sangat marah. Kemarah warga tidak dapat diredam oleh para aparat tersebut. Sebelum serangan itu tiba warga balinuraga telah di ungsikan kerumah kerabat dan ke tempat pos pengamanan aparat. Jadi serangan tersebut tidak banyak menelan korban. Dalam bentrokan tersebut yang menjadi korban sebanayak yang mati sekitar 10 orang dan ratusan luka-luka serta ratusan rumah hancur dan terbakar. Dalam kejadian tersebut tidak hanya terjadi penyerangan dan pembakaran akan tetapi terjadi penjarahan terhadap barang-barang.
Dengan penyerang tersebut banyak mendapatkan tentangan dari berapa golongan yang berada di denpasar. Beberapa gabungan elemen organisasi massa di Bali mengancam akan mengirim pasukan ke lokasi kerusuhan Lampung Selatan,  jika pemerintah tidak segera bertindah tegas menghentikan aksi brutal massa yang menewaskan 10 orang di Balinuraga. Keinginan itu terlontar saat ratusan massa yang didominasi pria berbadan kekar menggelar aksi keprihatinan di DPRD Bali menyikapi kerusuhan di Lampung Selatan.
Jika pemerintah lampung selatan tidak bisa mencegah kerusuhan dan menyelesaikan masalah itu, dari pihak bali siap mengirim pasukan ke tempat kerusuhan yaitu lampung selatan, kata Ketua Litbang Ormas Baladika, Komang Loto di Denpasar. Pernyataan yang hampir sama dengan  Ketua Pemuda Bali Bersatu (PBB), Gede Ngurah Putra. Dia meminta agar aparat keamanan bertindak cepat dan tegas mengatasi kerusuhan tersebut. Ngurah Putra juga mendesak Kapolri untuk mencopot Kapolda, Kapolres, dan Kapolsek di wilayah rusuh tersebut karena dianggap gagal mencegah kerusuhan hingga meluas dan mengakibatkan korban jiwa dari warga asal Bali maupun lampung. Dia juga mendesak kepada  DPRD dan Pemprov Bali segera menunjukkan sikapnya jelas atas kasus Lampung Selatan yang dinilai telah terjadi pelanggaran hukum dam HAM dan harus diusut tuntas. Apabila ini di biarin saja maka akan memunculkan permasalah yang baru dan dapat menagakaibatkan bentrokan yang terulang di kemudian hari.
Untuk itu aparat setempat menyelidiki tentang kasus yang terjadi di balinuraga dan akan memberi hukuman terhadap orang orang yang telah melkanggar hukum. Karena pada saat penyerangan banyak pelanggaran-pelanggaran hukum. Polda lampung sudah memerikasa 53 orang  saksi. Mereka di mabli dari tiga desa yaitu desa balinuraga, sidoreno dan agom. Jumlah saksi akan ditambah sesuai perkembangan dan kebutuhan penyelidikan. Penyeledikan ini akan belangsung sampai waktu tak terbatas. polda lampung akan menyelesaikan masalah ini sampai selesai sehingga di kemudian hari tidak akan terulang dan tidak terjadi di daerah lampung lainnya.  
Sedangkan saat  pentrokan tersebut bupati lampung selatan Rycko Menoza SZP sedang tidak ada di tempat karena dia ikut bersama dengan gubernur lampung Sjachroedin ZP sedang mengikuti kegiatan Bimtek Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa di Kampus IPDN Jatinangor, Jawa Barat. Setelah kepulangan Bupati Lampung Selatan dia mulai mendata kerugian pasca bentrok bersama Kepala Bagian Humas dan Protokolnya Edy Firnandi, di Kalianda. Serta mempertemukan ketua adat yang ada di lampung selatan dari lima magra yang ada di kalianda. Dalam peremuan tersebut menghasilkan ktiga keputusan yang di antaranya pemerintah harus memediatasi kedua belah pihak.
Harus di pikirkan juga nasib para pengungsi yang mana mereka mengalami trauma atas bentrokan tersebut. Tidak hanya harta benda mereka melainkan mental dan sikis mereka harus di perhatikan. Untuk itu pemerintah dan polda menempatkan para pengungsi di Sekolah Polisi Negara, di Kemiling, Bandar Lampung. Untuk itu polda  meminta bantuan kepada dinas kesehatan untuk mengmbalikan dan memulihkan mental mereka pasca bentrok di balinuraga. 
Pasca bentrokan mulai kondusif bantuan-bantuan mulai berdatangan baik dari warga bali yang ada denpasar. Mereka mulai mencucurkan dana buat sodara saudara mereka yang terkena bentrokan yang merupakan korban. Bukan rumah-rumah yang di desa balinuraga saja yang terkena damapak bentrokan saja melainkan desa tetangga juga terkena imbasnya juga. Desa yang terkena yaitu desa sidoreno. kemarin sempat datang ketua Palang Merah Indonesia yaitu Jusuf Kalla  haru jumat mengunjungi tempat bentrokan dan melihat betapa parah dampak pasca bentokan tersebut. Dari pihak Palang Merah Indonesia akan menyumbangakan 10 ribu seng untuk membangun rumah-rumah warga yang rusak.   


















REFERENSI
Lampung Post
ANTARA News.com
SUARA PEMBARUHAN
OkeZone News















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar